Tes Safety, Uji Benturan Di 64 km/jam





ampir semua mobil baru yang keluar di pasaran selalu melalui tahap pengetesan. Salah satu pengetesan yang dilakukan adalah uji tabrak yang dilakukan oleh badan independen Euro New Car Assessment Programme (Euro NCAP). Hal ini berujuan untuk mengetahui tingkat keselamatan dari mobil tersebut. 
Dalam pekerjaannya, Euro NCAP ini hanya terfokus pada bagaimana mobil tersebut aman dari tabrakan dan benturan, mereka tidak menilai kecepatan atau efisiensi bahan bakar.
 
Salah satu metode yang digunakan oleh Euro NCAP untuk mengukur tingkat keamanan mobil adalah dengan menggunakan dummies tes kecelakaan. Bukan sembarang dummies, melainkan dummies tersebut memiliki postur tubuh manusia yang di dalamnya telah ditanamkan sensor. Dari situ, maka mereka dapat mengetahui apa yang akan terjadi pada manusia ketika mobil tersebut mengalami kecelakaan.
 
Untuk menilai ketahanan mobil, mereka akan melakukan uji tabrak ke sebuah penghalang dengan kecepatan 64 km/jam. Tes tersebut bermaksud untuk menguji airbag, sabuk pengaman, dan kekuatan struktural umum pada mobil. 
Bukan hanya itu, dalam sesi pengetesan tersebut Euro NCAP tidak hanya terfokus pada orang dewasa, melainkan mereka juga melakukan pengawasan terhadap penumpang anak-anak melalui dummies dengan usia 18 bulan hingga 3 tahun. Dummies tersebut telah ditanami sensor seperti dummies orang dewasa.
 
Selain melakukan tes tabrak dari depan, Euro NCAP juga melakukan tes dari samping. Dengan tes tersebut maka Euro NCAP bisa menilai sekuat apa dan seaman apa bodi mobil tersebut. Berdasarkan uji tes yang dilakukan baru-baru ini, salah satu jagoan Hyundai, yakni Hyundai Tucson telah melewati uji tes keselamatan tersebut dengan meraih hasil memuaskan. Euro NCAP memberikan lima bintang kepada Hyundai Tucson.

Thierry Neuville Berhasil Mempertahankan Klasemen Di WRC Finlandia



Pada tanggal 27 Juli, diselenggarakan ajang Neste Rally Finland yang merupakan seri kesembilan dari 12 seri World Rally Championship (WRC) 2017. Pada seri ini lintasan gravel menjadi tantangan dengan jumlah stages sebanyak 25 SS dengan total panjang lintasan 315,63 km. Trek ini tercatat sebagai salah satu seri dengan karakter kecepatan tinggi.
Di hari pertama, Thierry Neuville bersama navigator Nicolas Gilsoul berpeluang besar memenangkan SS1 di Harju, namun sayang waktunya masih kalah cepat dari pembalap lain dari Estonia, Ott Tanak. Pembalap Hyundai lainnya, Hayden Paddon dengan navigator Seb Marshall berhasil finish di posisi 6, sedangkan Dani Sordo dan navigator Marc Marti berhasil finish di urutan ke-10 pada babak pertama WRC Finlandia.
“Ya, saya tidak yakin kalau saya akan cukup cepat untuk mengejarnya. Ke depannya kita menargetkan untuk meraih kembali poin dalam jumlah yang lebih banyak. Saya yakin karena saya punya tim bagus yang bekerja keras untuk meningkatkan performa kami,” ucap Thierry Neuville.
Menggunakan Hyundai i20 Coupe WRC, Thierry Neuville yang difavoritkan menjadi juara WRC musim 2017 ini berhasil memenangkan salah satu SS yang diadakan, tepatnya di SS ke-13, sirkuit Harju 2  dengan catatan waktu 1:46,9 menit. Sayangnya rekan-rekan tim Hyundai Motorsport lainnya, Dani Sordo dan Hayden Paddon tidak berhasil memenangkan SS di Finlandia, bahkan Hayden Paddon mengalami kerusakan suspensi sejak dari SS 4.
“Saya menanti babak berikutnya yaitu di Jerman. Reli kali ini sangat sulit buat kami dan tim. Kita berusaha melupakannya dan menyiapkan lebih baik lagi untuk babak di Jerman, dan memastikan meraih kemenangan di sana,” ucap Dani Sordo. Dengan hasil ini, klasemen tetap diduduki Thierry Neuville pada peringkat pertama dengan jumlah poin 160. Untuk klasemen manufaktur, Hyundai Motorsport masih bertahan di posisi kedua dengan 250 poin.

Tips Mengemudi Mobil Diesel, Waspada Tenaga Besar














Teknologi diesel semakin berkembang dan mulai menjadi mesin favorit untuk sebagian orang. Pasalnya, zaman sekarang diesel tidak seperti mesin diesel dahulu yang identik dengan asap hitam, suara berisik, dan lambat meraih top speed. Teknologi seperti CRDi yang diterapkan di mesin diesel Hyundai bahkan membuat performa diesel jauh lebih baik, termasuk membuat mesin semakin irit bahan bakar namun tetap gesit.
Tapi tahukah Anda bahwa mengemudikan mobil bermesin diesel berbeda dengan mobil bermesin  bensin? Perbedaan utama ada di karakternya, karena diesel mempunyai tenaga besar di putaran bawah, sedangkan bensin tenaganya lebih merata di setiap putaran mesin. Berikut tips mengemudikan mobil diesel.
1. Cara menginjak pedal gas pada mobil diesel harus diurut perlahan, jangan diinjak dalam seperti mobil bensin. Injak pedal gas perlahan-lahan sesuai irama dari putaran mesin. Penyebabnya, karena torsi mesin diesel berada di RPM putaran bawah, sehingga tidak perlu injakan pedal gas berlebih untuk menggerakkan mobil. Teknik berkendara seperti ini juga membantu menekan konsumsi bahan bakar.
 
2. Ketika menanjak dengan sudut curam, pastikan posisi persneling ada di gigi terendah untuk transmisi manual. Injak gas perlahan dan biarkan mobil menanjak seperti merayap. Bila transmisi otomatis, posisikan tuas transmisi di L atau 2.
3. Untuk mesin diesel yang dilengkapi turbocharger, biasakan jangan langsung mematikan mesin ketika mobil habis dipacu kecepatan tinggi. Biarkan mesin langsam sekitar 2-3 menit baru mematikan mesin. Hal ini berlaku untuk mesin diesel turbo yang belum dilengkapi turbo timer alias mesin diesel lawas. Namun untuk mesin diesel dengan teknologi sekarang, hal ini sudah tidak berlaku lagi.
Tujuan dari metode ini untuk mendinginkan turbocharger yang panas setelah dipacu di kecepatan tinggi. Turbocharger didinginkan dengan sirkulasi oli yang digerakkan oleh mesin mobil. Jika mesin langsung dimatikan, maka sirkulasi oli terhenti dan turbocharger pun tidak bisa didinginkan. Akibatnya bisa mempersingkat umur turbocharger.
4. Perhatikan warna asap knalpot. Jika makin menghitam dan pekat, segera bawa ke bengkel resmi untuk dilakukan perawatan. Umumnya injektor harus dibersihkan agar proses pembakaran mesin kembali optimal. Jangan lupa sekaligus memeriksa kondisi filter udara dan filter solar. Mesin diesel membutuhkan pasokan bahan bakar dan udara yang maksimal. Jika sudah kotor, segera ganti dengan suku cadang resmi.
5. Untuk mesin diesel bertransmisi manual, rentang perpindahan gigi ada di RPM 2.500-3.500. Berpindah gigi di rentang putaran mesin ini membuat torsi mesin tetap terjaga, sehingga tenaganya tidak drop. Efeknya, mesin tetap enteng berakselerasi dan mengefisienkan konsumsi bahan bakar.

Search This Blog

Powered by Blogger.